vaksin kanker serviks

Seberapa Efektif Vaksin Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang sangat menakutkan bagi seorang wanita. Salah satu cara untuk menekan risiko terinfeksi virus yang satu ini yaitu dengan pemberian vaksin kanker serviks. Lalu, seberapa efektif peran vaksin tersebut dalam mencegah kanker serviks pada wanita. Dengan pemberian vaksin lebih dini maka lebih efektif untuk pencegahan sekaligus mengurangi risiko buruk.

Secara umum, vaksin HPV telah terbukti keamanannya. Hal ini berdasarkan data yang telah dikumpulkan sejak pertama kali vaksin HPV diluncurkan hingga tahun 2015. Uji klinis selalu dilakukan secara hati-hati oleh FDA dan CDC yang mennjukkan bahwa vaksin HPV sangat efektif dan aman. Dari hasil tersebut, di Amerika Serikat, vaksin HPV direkomendasikan sebagai vaksinasi rutin.

Bagaimana Virus HPV Menyerang?

Virus HPV menyerang dengan cara menularkan infeksi pada wanita melalui hubungan seksual atau kontak langsung pada area genital. Hal ini yang menyebabkan pertumbuhan sel abnormal pada bagian mulut rahih (serviks).
Pada sebagian wanita, gangguan tersebut jika tidak mendapat tindakan medis atau pengobatan secara alternatif maka virus tersuebut akan semakin berkembang dan menjadi kanker serviks. Jika kanker serviks semakin berkembang ke tingkat stadium lanjut maka dapat berakibat fatal, karena bisa menyebabkan kematian.

Bagaimana Cara Memberikan Vaksin Kanker Serviks?

Saat ini di Indonesia pemberian vaksin kanker serviks sangat direkomendasikan untuk semua wanita mulai dari usia 10 tahun ke atas. Vaksinasi ini dilakukan untuk mencegah infeksi virus HPV yang merupakan penyebab utama terjadinya kanker serviks.

Vaksin HPV ini sebaiknya diberikan semenjak usia remaja, sebab pemberian vaksin saat sudah melakukan hubungan seksual, bisa jadi mereka telah terinfeksi virus HPV. Untuk usia 10-13 tahun, pemberian vaksin hanya membutuhkan 2 dosis. Sedangkan untuk usia 16-18 tahun atau remaja akhir, maka vaksin yang diberikan harus dalam 3 dosisi. Dengan jarak 1-6 bulan untuk masing-masing dosis penyuntikan.

Dosis vaksin HPV tersebut diyakini mampu memberikan perlindungan dalam waktu jangka panjang dari infeksi HPV. Jika pada saat remaja, namun dosis vaksin belum lengkap maka sebaiknya untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk melengkapi dosis vaksin tersebut.

Bukan hanya wanita saja yang harus melakukan vaksinasi, namun pria pun juga dapat memperoleh manfaat dari vaksin HPV. Karena virus HPV dapat menyebabkan penyakit kutil kelamin, kanker penis dan kanker anus.
Sehingga vaksin HPV ini sangat direkomendasikan untuk pria terutama pada pria usia 26 tahun ke bawah. Selain itu, juga sangat dianjurkan bagi pria yang telah melakukan hubungan intima tau memiliki gangguan imunitas.

Adakah Efek Samping dari Vaksin Kanker Serviks?

Vaksin kanker serviks ini memiliki efek samping ringan meskipun hanya terjadi sementara. Biasanya seseorang yang telah melakukan vaksinasi akan mengalami keluhan bengkak dan kemerahan pada area suntikan, merasa nyeri serta sakit kepala ringan.

Sedangkan efek samping yang tidak terlalu sering terjadi yaitu demam, rasa sakit pada sekitar lengan tangan dan kaki, merasa mual hingga munculnya ruam kemerah-merahan. Selain itu ada pula efek samping seperti terhambatnya saluran pernafasan atau kesulitan bernafas.

Meskipun sangat jarang terjadi, namun vaksin HPV dapat memicu alergi yang parah atau biasa dikenal dengan alergi anafilaksis yang dapat mengancam keselamatan jiwa. Sehingga sangat disarankan sebelum melakukan vaksinasi kanker serviks, sebaiknya berkonsultasi terslebih dahulu dengan dokter.

Jika Anda memutuskan untuk melakukan vaksinasi HPV, maka tidak ada salahnya minta informasi terlebih dahulu untuk membuat pertimbangan yang tepat mengenai manfaat dari vaksin kanker serviks dan risiko efek samping yang akan terjadi.

Leave a Reply