tips menabung untuk pelajar

Tips Menabung untuk Para Pelajar & Mahasiswa

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa seorang pelajar itu belum mempunyai penghasilan sendiri. Kebanyakan dari mereka pasti masih diberi uang jajan oleh orang tuanya. Mereka diberi uang saku oleh orang tuanya, ada yang setiap satu bulan sekali, setiap dua minggu sekali, bahkan ada yang diberi uang jajan perhari.

Setiap orang tua yang memberikan uang saku kepada sang anak, entah itu perbulan, perminggu atau pun perhari. Yang penting, uang tersebut harus bisa cukup untuk mencukupi semua kebutuhan sang anak. Misal, biaya transportasi ke sekolah, kampus, jajan, makan, keperluan tugas dan lain sebagainya.

Tapi, akan terlihat baik apabila kamu mempunyai uang lebih untuk berjaga-jaga. Nah, uang lebih tersebut mempunyai fungsi apabila kamu ada keperluan yang tidak disangka-sangka. Selain itu, kamu juga dapat memakai uang lebih untuk keperluan lainnya. Misal, kamu ingin membeli sebuah barang yang memang tidak ingin merepotkan orang tua, kamu bisa menggunakan uang tersebut.

Lantas bagaimana jika pelajar ingin mempunyai uang lebih? Gampang! Kamu bisa menyisihkan uang saku yang diberi oleh orang tuamu dengan cara memasukan ke dalam tabungan.

Berikut cara menabung untuk pelajar yang bisa kamu lakukan.

1. Menabung Setiap Hari

Mungkin kamu pernah mendengar istilah ini “sedikit demi sedikit, lama-lama akan menjadi gunung” Pernah kan? Nah, istilah tersebut memang benar. Jika kamu mulai menyisihkan uang saku dan ditabung setiap hari, walaupun nominalnya kecil, tapi apabila selalu konsisten dalam melakukannya, maka hasilnya pun akan terkumpul cukup banyak.

Misal seperti ini, apabila kamu dikasih uang saku selama satu minggu sebesar seratus lima puluh ribu, berarti setiap uang saku yang kamu habiskan per harinya sekitar tiga puluh ribu rupiah. Nah, dari tiga puluh ribu, kamu bisa mengambil sepuluh ribu untuk dimasukan ke dalam tabungan.

Jika setiap hari kamu menabung sebesar sepuluh ribu, maka selama satu bulan akan mendapatkan uang bersih sebesar tiga ratus ribu rupiah.

Coba bayangkan apabila kamu konsisten menabung setiap hari dengan nominal sepuluh ribu, jika setahun sudah dapat berapa? Lumayan bukan hasil dari tabungannya?

2. Mengurangi Kegiatan Nongkrong

Dulu, ketika masih sekolah dan kuliah, uang saku saya cepat habis dikarenakan sering jajan bersama teman-teman ditempat nongkrong.

Coba kamu bayangkan dalam sehari pengeluaran untuk jajan sebesar lima belas ribu, dikalikan selama tiga puluh hari sudah berapa? Sudah empat ratus lima puluh ribu bukan?

Andai saja uang tersebut kamu tabungkan. Selama satu bulan, kamu sudah bisa mempunyai uang sebesar empat ratus lima puluh ribu.

Maka dari itu, kenapa kegiatan menongkrong ini harus kamu kurangi. Kurangi ya bukan berarti tidak boleh menongkrong sama sekali. Misal seperti ini, dalam seminggu penuh yang tadinya gemar menongkrong setiap hari, kini kamu kurangi menjadi tiga kali dalam seminggu.

3. Membawa Bekal ke Sekolah

Cara menabung uang saku untuk pelajar selanjutnya adalah, membawa bekal makanan dari rumah. Coba bayangkan apabila  dalam sehari mengeluarkan uang makan sebesar dua puluh atau lima belas ribu rupiah, jika dijumlahkan selama tiga puluh hari hasilnya pasti banyak bukan?

Tentu saja dalam pengeluaran uang selama satu bulan pasti banyak. Tapi, berbeda apabila uang tersebut kamu tabungkan sebagian. Yang tadinya uang makan siang sebesar dua puluh ribu tapi tidak kamu gunakan karena sudah membawa perbekalan dari rumah, kamu bisa menabungkannya sebesar sepuluh ribu.

Jika setiap hari selalu konsisten dalam melakukannya, maka selama satu semester kamu bisa mempunyai uang sendiri dengan jumlah yang sangat banyak. Selain itu, uang tersebut bisa kamu gunakan untuk mencukupi kebutuhanmu.

Leave a Reply