Siksa Neraka

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pada kesempatan kali ini perkenankanlah kami untuk membahas mengenai siksa neraka. Mari simak bersama-sama penjelasan dibawah ini;

Arti Neraka

Kata neraka dalam bahasa Arab disebut dengan istilah naar. kata itu dalam

Alquran mengandung pengertian api dan neraka. Naar yang mengandung pengertian api di dalam Al Qur’an adalah sebagai berikut, Allah SWT. berfirman:

نَارٌ حَامِيَةٌ

Artinya: “(Yaitu) Api yang sangat panas.”

نَارُ اللهِ المُوْقَدَةُ

Artinya: “(yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan.”

Sedangkan dalam ayat yang lain dijelaskan sebagai berikut:

Allah SWT berfirman:

…مَنْ كَسَبَ سَيِّئَةً وَأَحٰطَتْ بِهِ ى خَطِيْئَتُهُ فَأُلَٓئِكَ أَصْحٰبُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ ۝

Artinya: “Barang siapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, maka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”

إِنَّ المُنَافِقِيْنَ فِي الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًا ۝

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka, dan kami sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.”

Dengan demikian, dapatlah dikatakan bahwa neraka ialah suatu tempat penyiksaan yang penuh dengan kobaran api dan aneka macam siksaan yang sangat pedih, yang dipersiapkan oleh Allah di akhirat.

Suatu tempat yang disediakan untuk memenjarakan, menghukum dan mengurung para musuh-musuh Allah dan rasul-rasul-Nya dan mereka yang selalu bergelimang dosa.

Neraka merupakan tempat untuk membalas dan menyiksa semua orang orang kafir, orang-orang musyrik, orang-orang munafik, orang-orang yang tidak beriman kepada Allah SWT dan rasul-Nya.

Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, tidak mau mentaati perintah-perintah-Nya dan melanggar larangan larangan-Nya. Orang-orang yang selalu bergelimangan dosa dan noda tanpa pernah bertobat dan memohon ampun atas segala kesalahan dan dosa-dosanya.

Siapakah Penghuni Neraka itu?

Selanjutnya siapakah yang menjadi penghuni atau calon-calon penghuni neraka. Dalam hal ini Allah melalui firman-Nya menegaskan bahwa neraka itu disediakan untuk orang-orang dibawah ini:

Orang-Orang Kafir

Orang yang tidak bertuhan dan mengingkari adanya Allah sebagai Tuhan serta tidak mengakui rasul-rasul utusan-Nya dialah orang yang kafir. Kekafiran merupakan faktor utama yang membuat seseorang menjadi penghuni neraka, kekal selama-lamanya.

Orang-Orang Munafik

Orang yang ucapanya tidak sesuai dengan apa yang ada di hatinya berarti dia telah melakukan kemunafikan. Di dalam bibirnya mengaku beriman tetapi hatinya tidak. Ucapannya mengaku beriman tetapi hatinya inkar. Inilah sesungguhnya orang yang paling berbahaya

Orang Yang Murtad

Murtad ialah orang islam yang keluar dari agamanya. Perbuatan semacam ini dinamakan Riddah yang menyebabkan iman seseorang gugur.

Murtad bisa disebabkan oleh syirik, menyangkal salah satu atau semua rukun Islam dan rukun Iman, menghina atau mempermainkan agama. Murtad adalah termasuk perbuatan dosa besar yang mengantarkan seseorang menjadi penghuni neraka kelak pada hari kiamat.

Orang Yang Begelimangan Dalam Dosa Besar

Orang muslim laki-laki atau perempuan yang tindak tanduknya yang tidak sesuai dengan konsep Islam, bertentangan dengan syariat Islam, bertentangan dengan Alquran dan Hadith dan belum sempat bertaubat sampai akhir hayatnya mereka inilah yang menjadi penghuni neraka.

Nama-Nama Neraka

Para ulama sepakat tentang ketujuh nama pintu ini. Namun, mereka berbeda pendapat mengenai urutan tingkatannya. Namun mereka kembali sepakat bahwa tingkatan atau pintu paling atas adalah Jahannam, sedangkan tingkatan paling bawah adalah Hawiyah.

Secara terpisah, Al-Quran menyebutkan ketujuh nama pintu atau tingkatan neraka berikut ini keterangannya:

  1. Neraka Jahanam.

Menurut Yahya ibn Salam, selain sebagai nama umum untuk nama-nama neraka, nama “Jahanam” juga merupakan nama tingkatan pertama.

Mayoritas ulama tafsir, menerangkan Neraka Jahanam adalah tingkatan teratas neraka. Ia dikhususkan untuk umat Nabi Muhammad saw. yang maksiat. Dikemukakan di muka, tingkatan ini akan dihuni oleh para ahli tauhid. Mereka akan mendapat siksa sesuai dengan kadar dosa dan kesalahannya. Kemudian, mereka diangkat dan dimasukkan ke dalam neraka.

  1. Neraka Lazha

Menurut Mujahid dalam Tafsîr-nya, kata lazha sendiri berarti ‘menyala-nyala’. Hal ini sejalan dengan yang terdapat dalam Surat al-Lail, “Maka kami memperingatkan kalian dengan neraka yang menyala-nyala,” (QS. al-Lail: 14).

Lantas, siapakah calon penghuni neraka ini? Lanjutan Surat di atas menyampaikan, “Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman

  1. Neraka Huthamah

Keterangan tentang neraka ini dapat kita temukan dalam Surat al-Humazah, “Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,” (Q.S. al-Humazah 4-8).

Muqatil ibn Sulaiman menafsirkan, al-humazah adalah pelaku namimah atau orang yang suka mengadu domba dan memakan daging bangkai orang lain karena umpatan-umpatannya.

Sedangkan al-humazah adalah orang yang suka menjuluki orang lain dengan julukan yang tidak disukainya.  Berdasarkan ayat di atas, calon penghuni neraka ini adalah orang-orang yang suka mengumpat atau gibah, orang yang suka mengadu domba atau namimah, dan orang yang terpedaya dengan harta kekayaannya.

Mereka mengira bahwa harta akan membuat diri mereka kekal di dunia. Padahal, sejatinya harta dan kekayaan adalah perhiasan dunia, kecuali harta yang diinfakkan di jalan Allah swt. Yang bermanfaat dan menolong diri mereka hanyalah keimanan dan amalan saleh.

  1. Neraka Sa’ir

Di dalam Al-Quran, makna Sa‘ir  itu sendiri adalah ‘menyala-nyala.’  Digambarkan dalam Surat al-Mulk, neraka ini merupakan seburuk-buruknya tempat kembali. Tatkala dilemparkan ke dalam neraka ini, para penghuninya akan mendengar suara yang mengerikan.

Hampir saja neraka itu terpecah lantaran kemarahannya. Setiap kali para penghuninya dilemparkan, para penjaga neraka itu bertanya, “Apakah belum pernah datang kepadamu seorang pemberi peringatan?”

Mereka menjawab, “Benar ada, namun kami mendustakannya.” Akhirnya, terucaplah penyesalan mereka, “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan peringatan itu, niscaya kami tidak termasuk penghuni neraka Sa‘ir yang menyala-nyala ini.”

Berdasarkan keterangan dari Surat al-Mulk di atas, diketahui bahwa di antara calon penghuni neraka ini adalah mereka yang mendustakan pemberi peringatan.

Ditambahkan dalam surat yang lain, calon penghuni neraka ini adalah orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan para pengikut setan yang jahat.

  1. Neraka Jahim

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran bahwa neraka ini akan dihuni oleh orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah, (Q.S. [5]: 10).

Orang-orang yang berusaha menentang ayat-ayat-Nya dengan melemahkan kemauan untuk beriman (Q.S. al-Hajj [22]: 51).

Dalam ayat lain, neraka ini dijanjikan untuk orang-orang yang sesat, “Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang- orang yang sesat,” (Q.S. Syu‘ara [26]: 91).

Maksud orang-orang sesat di sana adalah orang-orang kafir dari kalangan bani Adam yang tersesat dari jalan petunjuk, sehingga mereka menyembah selain Allah, seperti berhala yang kelak tidak akan memberikan pertolongan kepada mereka.

Pantaslah, menurut Imam Al-Thabari, Abu Jahal termasuk penghuni neraka ini.  Lebih jelasnya lagi, para pendusta calon penghuni neraka ini dijelaskan dalam surah al-Muthaffifin, “Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,  (yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan.

  1. Neraka Saqar

Di antara calon penghuni neraka saqar adalah orang-orang yang tidak shalat, tidak menyantuni orang miskin, orang yang suka membicarakan yang batil, dan orang yang mendustakan hari Pembalasan.

  1. Neraka Hawiyah

Disebutkan oleh banyak riwayat bahwa neraka ini merupakan tingkatan neraka yang paling bawah. Disebutkan pula bahwa orang-orang munafik akan menjadi calon penghuni neraka ini. Sebab, dijelaskan dalam Al-Quran, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka, (Q.S. al-Nisa’ [4]: 145).

Orang munafik yaitu orang-orang yang ikrar beriman, beramal seperti orang-orang yang beriman, namun hatinya adalah hati orang-orang yang kufur.

Siapakah Para Penghuni Neraka?

Terdapat pula riwayat yang menyebutkan, bahwa pada suatu ketika Nabi saw. bertanya tentang para penduduk setiap tingkatan neraka.

Malaikat Jibril menjawab, “Pintu paling bawah disebut dengan Hawiah. Ia dihuni oleh orang-orang munafik, sebagaimana firman Allah, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka,” (Q.S. al-Nisa’ [4]: 145).

Pintu kedua disebut dengan Jahim. Ia dihuni oleh orang-orang musyrik.

Pintu ketiga disebut dengan pintu Saqar. Ia dihuni oleh orang-orang murtad.

Pintu keempat disebut dengan Lazha. Ia dihuni oleh iblis dan para pengikutnya dari kaum Majusi.

Pintu kelima disebut dengan Huthamah. Ia dihuni oleh kaum Yahudi.

Pintu keenam disebut dengan Sa‘ir. Ia dihuni oleh kaum Nasrani.

Setelah itu, malaikat Jibril diam. Ditanya oleh Nabi saw., “Mengapa engkau tidak bercerita kepadaku tentang para penghuni pintu ketujuh?”

Malaikat menjawab, “Wahai Muhammad, jangan kau tanya aku tentangnya.” Namun, Nabi terus mendesak. Akhirnya Jibril mau buka jawaban, “Pintu itu dihuni oleh para pelaku dosa besar dari dari kalangan umatmu. Mereka meninggal, dan tak sempat bertaubat.”

Gambaran Neraka

Sesungguhnya neraka adalah negeri kesengsaraan yang sangat mengerikan. Seringan-ringannya siksaan di dalamnya sama sekali tak bisa dianggap enteng.

Dalam kesempatan lain, Rasulullah saw. bertanya tentang keadaan neraka, “Wahai Jibril, gambarkanlah kepadaku keadaan neraka dan panasnya.”

Malaikat Jibril menjelaskan, “Sesungguhnya Allah menciptakan neraka, kemudian menyalakannya sejak seribu tahun sampai memerah. Kemudian, Dia menyalakannya lagi selama seribu tahun sampai memutih.

Kemudian Allah menyalakannya lagi selama seribu tahun sampai menghitam. Tak heran, jika neraka itu hitam dan gelap.

Dan demi Dzat yang mengutusmu nabi pembawa kebenaran, andai sebuah baju penghuni neraka diperlihatkan kepada penduduk bumi, niscaya para penduduk bumi akan mati seluruhnya.

Gambaran Siksa Neraka

Andai setimba minuman neraka dikucurkan ke air yang ada di bumi, niscaya manusia yang mencicipinya akan terbunuh. Panjangnya rantai penghuni neraka adalah tujuh puluh siku, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran, “Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta,” (Q.S. al-Haqqah [69]: 32).

Andai satu hasta rantai itu, yang panjangnya dari timur dan barat, diletakkan di atas gunung-gunung di dunia, niscaya gunung-gunung tersebut akan meleleh dan hancur.

Kemudian, seandainya ada seseorang yang dimasukkan ke dalam neraka, kemudian dikeluarkan ke bumi, maka para penduduk bumi akan mati karena saking baunya aroma orang yang dimasukkan tadi.”

Alhasil, beratnya siksaan dunia tak bisa dibandingkan dengan siksaan neraka. Seberat-beratnya siksaan dunia, berujung kematian.

Sementara di neraka, ketika daging dan kulit mereka hancur, daging dan kulit itu akan diganti dengan daging dan kulit yang lain, “Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab,” (Q.S. al-Nisa’ [4]: 56).

 

demikian uraian tentang siksa neraka yang dapat kami sampaikan. semoga kita termasuk orang-orang yang dilindungi dari siksa api neraka. Amiin ya rabbal ‘alamin. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Leave a Reply