Penyakit Ain

Penyakit Ain

Mungkin banyak dari pembaca yang belum tahu apa itu penyakit ‘ain. Dan tahukah para pembaca bahwa penyakit ‘ain dan sihir yang timbul karena sikap dengki adalah penyebab terbesar dari cobaan sakit dan kematian pada manusia.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

Kebanyakan orang yang meninggal dari umatku setelah qadha’ Allah dan qadar-Nya adalah disebabkan oleh ‘ain.” (H.R Ath-Thayalisi)

Berikut akan dibahas secara lengkap apa itu penyakit ‘ain dan apa saja tanda-tanda orang yang terkena penyakit ‘ain ini.

Apa Itu ‘Ain?

‘Ain berasal dari sebuah kosa kata bahasa Arab yang mempunyai arti “mata”. Sebagaimana yang dikutip dari Doashahih.com, penyakit ‘ain adalah penyakit yang disebabkan oleh bangsa jin.

Penyakit ‘ain atau penyakit mata ini terjadi ketika si pelaku mengagumi dan memuji si korban bersamaan dengan kehadirannya setan. Tanpa amalan yang kuat seperti sholat dan zikir sebagai tameng dan penangkis, umat manusia terutama anak-anak sangat rentan untuk diserang penyakit yang disebabkan oleh bangsa Jin ini.

Sebagaimana dalam sebuah riwayat yang berbunyi:

“‘Ain dibawa oleh setan dan dengan rasa dengki anak Adam.” (Ahmad)

Hal ini juga dikuatkan oleh sebuah hadist yang berbunyi:

“Ain itu benar adanya” (Al-Bukhari)

Disebut penyakit ‘ain atau penyakit mata bukan berarti “mata” itu yang menyebabkan bahaya pada si korban, tapi alat untuk mensifati.

Tanda-Tanda Terkena ‘Ain

Al-Qur’an Al-Karim diturunkan Allah SWT sebagai penyembuh. Dalam Al-Qur’an Al-Karim terdapat penyembuhan untuk berbagai penyakit jasmani maupun penyakit rohani. Antara ilmu kedokteran dan pengobatan Ruqyah Syar’iyyah tidak ada pertentangan mengenai hal ini.

Jika kita lihat dari ilmu kedokteran, menurut para dokter dan ahli kesehatan, faktor psikis adalah penyebab dari lebih dua pertiga penyakit fisik. Kadang penyakit atau gangguan fisik yang sedang dialami tidak berasal dari masalah fisik itu sendiri.

Sehat secara jasmani bukan berarti anda sedang tidak terkena penyakit ‘ain. Banyak dari tanda-tanda seseorang terkena ‘ain ini muncul bukan karena penyakit dan gangguan medis. Berikut beberapa tanda-tanda orang terkena terkena penyakit ‘ain:

  • Wajah pucat
  • Keringat yang berlebihan dan sering buang air kecil
  • Tidak nafsu makan
  • Sering kesemutan
  • Sering kedinginan atau kepanasan pada bagian ujung tubuh
  • Detak jantung tidak teratur
  • Rasa sakit yang sering berpindah-pindah pada bagian bawah bahu dan punggung
  • Malas dan kurang bersemangat
  • Sering menarik nafas yang panjang dan bersendawa
  • Emosi yang berlebihan
  • Sering merasa takut dan marah yang tidak wajar
  • Sering merasa sedih dan tertekan yang berlebihan
  • Susah tidur di malam hari
  • Dan masalah kesehatan lain yang sebabnya bukan karena faktor medis.

Cara Mengobati ‘Ain Sesuai Sunnah

Kita sebagai umat Muslim harus senantiasa mempunyai iman yang kuat dan hati yang tidak mudah dirasuki oleh perasaan was-was. Tujuannya adalah agar kita tidak mudah berprasangka bahwa diri kita telah terkena penyakit karena beberapa tanda-tanda terkena ain yang telah disebutkan diatas tadi. Karena prasangka adalah penyakit yang sangat susah untuk diobati.

Tidak melulu beberapa tanda-tanda seseorang terkena ‘ain tersebut penyebabnya adalah penyakit jasmani. Kadang orang yang sedang sehat bugar tanpa riwayat penyakit fisik, sering mengalami keluhan tanda-tanda terkena penyakit ‘ain tersebut.

Justru, keluhan tanda-tanda orang terkena penyakit ‘ain ini kebanyakan disebabkan oleh lemahnya iman seseorang. Jika sudah begitu, kita sebagai seorang Muslim harus mulai mengintropeksi diri sendiri tentang hubungannya dengan sang pencipta Allah SWT.

Cara menyembuhkan ain terbagi kepada dua cara. Pertama, pengobatan penyakit ‘ain untuk mereka yang sudah mengetahui siapa pelaku ‘ain. Yang kedua adalah pengobatan penyakit ‘ain pada mereka yang tidak mengetahui siapa pelakunya.

Jika pelaku ‘ain sudah diketahui siapa, cukup anda minta si pelaku untuk mandi. Kemudian si korban hendaklah mengambil air atau bekas mandinya si pelaku ‘ain tersebut untuk digunakan untuk mandi dan diminum airnya.
Berbeda dengan pengobatan ‘ain yang tidak diketahui siapa pelakunya, maka cara mengobatinya adalah menggunakan metode ruqyah, do’a dan bekam.

Leave a Reply