Faktor Kemajuan Islam

Puncak kejayaan daulat ini terjadi pada Khalifah Harun Al Rasyid dan puteranya Al-Ma’mun serta khalifah-khalifah sesudahnya hingga masa Al-Mutawwakil. Pada masa beliau kekayaan Negara banyak sebagian besar untuk mendirikan rumah sakit.

Selain itu kekayaan mereka juga membiayai pendidikan kedokteran dan farmasi. Sementara pada masa Al-Ma’mun kekayaan belau digunakan untuk menggaji penerjemah-penerjemah dari golongan orang Kristen, sabi, dan bahkan penyembah binatang.

Mereka digaji untuk menerjemahkan berbagai buku bahasa asing ke dalam bahasa Arab, serta mendirikan Baital Hikmah  sebagai pusat penerjemahan dan akademi yang dilengkapi dengan perpustakaan.

Didalamnya diajarkan cabang ilmu seperti kedokteran, matematika, geografi dan filsafat. Disamping itu, masjid-masjid juga merupakan sekolah tempat untuk mempelajari berbagai macam ilmu dengan berbagai halaqot  didalamnya.

Faktor-Faktor Kemajuan Islam

Masyarakat islam pada masa Abasiyah ini mengalami kemajuan ilmu pengetahuan yang sangat pesat yang dipengaruhi oleh dua faktor.

Faktor Politik

  • Pindahnya ibu negara dari Syam ke Irak dan Baghdad sebagai ibu kotanya (146 H). Baghdad pada waktu itu merupakan kota yang paling tinggi kebudayaannya dan sudah lebih dahulu mencapai tingkat ilmu pengetahuannya lebih tinggi dari syam.

Disamping itu wilayah kekuasaan islam terbagi dua ; bagian Arab yang terdiri dari Arabia,Irak,Suriah,Mesir,Afrika Utara berpusat di Mesir. Dan bagian Persia yang terdiri atas Balkan, Asia Kecil, Persia, Asia Tengah berpusat di Iran.

Semua itu merupakan pusat-pusat ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani.

  • Banyak cendekiawan yang diangkat menjadi pegawai pemerintahan di istana. Khalifah-khlifah Abasiyyah misalnya Al-Mansur banyak mengangkat pegawai pemerintahan dan istana dari cendekiawan-cendekiawan Persia.

Yang terbesar dan banyak berpengaruh pada mulanya ialah keluarga Barmak dan kemudian seperti jabatan Wazir yang diberikan Al-Mansur kepada Khalid bin Barmak dan  kemudian turun temurun ke anak cucunya.

Keluarga Bermak ini berasal dari Bactra dan dikenal sebagai keluarga yang dikenal sebagai keluarga yang gemar pada ilmu pengetahuan.

  • Diakuinya Muktazilah sebagai mahzab resmi negara pada masa khalifah Al-Ma’mun.

Faktor Sosiografi

  • Meningkatnya kemakmuran umat islam pada waktu itu. Kemakmuran yang dicapai masyarakat islam kala itu seakan-akan hanya terdapat pada alam khayal.
  • Luasnya wilayah kekuasaan islam menyebabkan banyak orang Persia dan Romawi yang masuk islam kemudian menjadi muslim yang taat. Hal ini menyebabkan perkawinan campuran yang melahirkan keturunan yang memadukan kebudayaan orang tuanya.
  • Pribadi beberapa khalifah masa itu yang sangat mencintai ilmu pengetahuan.
  • Permasalahan yang dihadapkan oleh umat islam semakin kompleks. Maka untuk mengatasi itu semua dibutuhkan ilmu pengetahuan.

Aktivitas Ilmiah

  • Penyusunan buku—buku ilmiah.
  • Penerjemahan
  • Pensyarahan (penjelasan)

Kemajuan Ilmu Pengetahuan

Kemajuan dalam ilmu agama

  • Kemajuan dalam ilmu tafsir
  • Kemajuan dalam ilmu hadis
  • Kemajuan dalam ilmu kalam
  • Kemajuan dalam ilmu fikih

Kemajuan ilmu-ilmu umum

  • Filsafat
  • Kedokteran
  • Astronomi
  • ilmu pasti/matematika

Demikianlah puncak kejayaan yang dialami oleh khilafah Abasiyah hingga masa Khalifah Al-Mutawakkil. Namun sepeninggalannya, daulat ini mulai mengalami kemunduran karena khalifah-khalifah sebagai penggantinya pada umumnya lemah dan tidak mampu melawan kehendak tentara yang sangat berkuasa di istana.

Kondisi demikian akhirnya menjadikan khalifah tak ubahnya seperti sebuah boneka yang berada di tangan mereka. Roda pemerintahan tidak lagi diatur oleh khalifah, melainkan diatur oleh tentara-tentara dari Turki.

Beberapa penjelasan di atas dapat menunjukan bahwa islam pernah mencapai puncak kejayaannya dalam berbagai bidang dan imu pengetahuan.

Leave a Reply