Apa itu SSL? Pengertian, Sejarah, Cara Kerja dan Jenisnya

SSL merupakan kependekan dari Secure Socket Layers. Secure Socket Layers adalah perangkat keamanan yang dibuat dan dirancang untuk melindungi keamanan berkomunikasi yang berbasis protokol kriptografi. Dengan adanya bantuan teknologi Secure Socket Layers ini, dapat memungkinkan untuk penerapan enkripsi pengguna website yang sedang melakukan proses transfer data dan komunikasi secara online.

Pengertian SSL

Teknologi Secure Socket Layers ini dapat memastikan tidak adanya tindakan pencurian data baik secara server to client maupun antar pengguna. Perbedaan dari website yang terdapat Secure Socket Layers dan yang tidak adalah pada enkripsi teks dan isi di dalamnya. 

Secure Socket Layers memiliki enkripsi dengan pernyataan keamanan (trusted) dibandingkan dengan website tanpa adanya Secure Socket Layers yang hanya berupa teks polos saja (plain text).  SSL sendiri sangat berkaitan erat dengan hosting, ibarat hosting adalah lahan rumah dan SSL adalah pagar yang memberikan keamanan untuk pemilik rumah. Untuk memahami lebih dalam tentang hosting, silahkan membaca artikel apa itu hosting.

Sejarah Perkembangan SSL

SSL pertama kali dikembangkan oleh Netscape pada tahun 1998. Developer Netscape sudah memikirkan bagaimana cara dan mekanisme untuk memproteksi keamanan data dan informasi dari pengguna internet. Kemudian diluncurkannya Secure Socket Layers versi pertama yakni versi 2.0. Secure Socket Layers ini merupakan cikal bakal dari TLS (Transport Layer Security) di masa depan. 

Pada periode awal penerapannya, Secure Socket Layers hanya digunakan untuk protokol keamanan internet pada kegiatan transaksi berbasis E-commerce. Namun, pada tahun 2003 Pemerintah Amerika Serikat mulai merasa bahwa Secure Socket Layers itu penting untuk diterapkan secara meluas. Dan hingga kini, pengguna internet masih menggunakan Secure Socket Layers yang sudah menjadi versi terbaru (update) yakni TLS (Transport Layer Security)  sebagai enkripsi terpercaya terkait protokol keamanan berinternet.

Cara Kerja SSL

Secara umum, mekanisme kerja dari SSL adalah dengan melalui proses penguncian cryptographic key ke informasi perusahaan atau pengguna yang akan diidentifikasi. Setelah sukses, data akan terenkripsi dengan baik dan terlindung dari pencurian data. Selain itu, SSL juga memiliki fitur session key pada setiap secure key.

Session key akan memuat private key dan public key pada proses identifikasi awal. Proses ini sangat berdampak pada kesuksesan enkripsi data. Jikalau enkripsi data sukses, maka akan terlihat icon gembok hijau pada bagian atas browser. Icon ini juga dapat dilihat oleh pengunjung website (Visitor).

Jenis-Jenis SSL

1. Domain Validated SSL (DV SSL)

Merupakan jenis SSL yang direkomendasikan bagi para pemula dan pebisnis baru. Karena kemudahan penggunaan SSL ini dengan hanya diwajibkan memiliki e-mail untuk validasi domain SSL. DV SSL hanya menampilkan bahwa website yang anda gunakan aman (dengan icon gembok berwarna hijau). Hal ini tidak direkomendasikan untuk bisnis dalam skala menengah dan besar seperti E-commerce dan website perusahaan start-up.

2. Organization Validated SSL (OV SSL)

Merupakan jenis SSL dengan tingkatan menengah. Sekilas mirip dengan DV SSL. Namun, pada OV SSL ini dilengkapi dengan keterangan dalam sertifikat HTTP Plus. Pengguna OV SSL harus menyertakan legitimasi domain dengan menunjukkan bukti kepemilikan saat proses verifikasi. Penggunaan OV SSL ini dapat diperuntukkan untuk website perusahaan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen maupun calon pelamar kerja pada website tersebut (visitor). 

3. Extended Validated SSL (EV SSL)

Merupakan jenis SSL dengan tingkatan tertinggi. Sangat direkomendasikan bagi pengguna internet yang memiliki E-commerce. Ciri khusus dari EV SSL adalah dengan adanya tanda warna hijau pada nama bisnis anda di dekat nama domain. Pengguna yang akan menggunakan EV SSL harus melakukan validasi dengan beberapa dokumen legal tertentu. Pengguna dari EV SSL biasanya dari kalangan pengelola PT, CV, Badan usaha negara/swasta, sampai lembaga pemerintahan negara.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa penggunaan SSL ini penting dan sangat direkomendasikan. Apalagi jika anda memiliki website E-commerce atau sebagai administrator website dari perusahaan atau Departemen Negara. Dengan adanya protokol keamanan SSL ini, dapat menunjang keamanan informasi website dan berdampak positif pada peningkatan performa website itu sendiri. Hal ini dikarenakan SSL dapat melindungi data dan informasi website yang dapat menumbuhkan kepercayaan orang lain dan mengurangi risiko dari pencurian data.  Sekian rangkuman kami mengenai SSL. 

Jadi sampai disini sudah paham atau belum? Kalau belum silahkan bertanya pada kolom komentar di bawah ini ya.

Leave a Reply